Inilah Kondisi yang Dialami Oleh Orang Dengan Persistent Vegetative State

Hasil gambar untuk Persistent Vegetative State

Dw.com

Pengertian persistent vegetative state adalah suatu keadaan tidak sadar dan tidak responsif. Keadaan ini merupakan diagnosis neurologis spesifik karena seseorang mempunyai batang otak yang berfungsi namun fungsi kesadaran atau kognitifnya tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Seseorang yang mengalami kondisi ini berada dalam keadaan tidak sadar dan tidak responsif yang terus bergantian antara tidur dan terjaga. Saat terbangun, seseorang tidak bisa berinteraksi dengan orang lain bahkan lingkungan mereka.

Seseorang yang mengalami persistent vegetative state adalah orang yang mengalami cedera di otak sehingga seolah – olah berada dalam kondisi tidak sadar dan tidak responsif. Fungsi kognitif atau kemampuan berpikir tidak dimiliki oleh seseorang yang mengidap penyakit ini. Namun, karena batang otak masih bisa berfungsi, orang tersebut masih bisa : 

  • Membuka mata
  • Mempunyai refleks dasar
  • Mengatur pernafasan dan detak jantung tanpa adanya bantuan
  • Bisa tidur dan kemudian bangun
  • Menggerakkan mata dan mengedip
  • Mendengus, mengeluh dan tersenyum

Seseorang yang mengalami persisten vegetative state tidak bisa : 

  • Mengikuti objek dengan mata
  • Menanggapi suara atau perintah verbal
  • Bergerak dengan tujuan
  • Berinteraksi dengan lingkungan
  • Menunjukkan tanda – tanda emosi
  • Menunjukkan tanda – tanda kesadaran

Di sisi lain, keadaan tidak sadar dan tidak responsif adalah kondisi yang sama seperti :

  • Koma : orang tersebut tidak sadar dan tidak bangun
  • Keadaan sadar minimal : orang tersebut mengalami keadaan yang bergantian antara kurangnya kesadaran dan sadar
  • Kematian otak : adanya kerusakan di otak dan batang otak jelas tidak dapat dibalikkan
  • Sindrom terkunci : orang tersebut sadar sepenuhnya namun lumpuh total dan tidak bisa berbicara

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Diagnosis dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memang benar mengalami keadaan tidak sadar atau tidak responsif sesuai dengan pengertian persistent vegetative state. Untuk melakukan diagnosis dalam keadaan tidak sadar dan tidak responsif, yang dibutuhkan adalah :

  • Batang otak yang berfungsi
  • Tidak ada ekspresi atau pemahaman bahasa
  • Mengalami siklus tidur dan kemudian bangun
  • Tidak adda bukti dari tanggapan yang berkelanjutan, bertujuan, bisa direproduksi atau rela pada stimulasi penglihatan, suara, bau atau sentuhan
  • Batang otak yang berfungsi

Seorang dokter atau ahli saraf yang melakukan diagnosis terhadap pasien juga menggunakan tes diagnostik untuk meyakinkan diagnosis. Informasi yang didapat di atas berasal dari seorang ahli saraf. Tes yang dibutuhkan seperti : 

  • EEG (electroencephalogram) : mengevaluasi aktivitas listrik di otak
  • CT scan atau MRI : membantu menilai kerusakan otak dan batang otak
  • PET scan : membantu menilai fungsi otak

Apa yang menyebabkan keadaan ini terjadi ?

  • Kerusakan otak akut akibat penyakit atau cedera menyebabkan keadaan tidak sadar dan tidak responsif.
  • Cidera otak nontraumatic : Jenis cedera otak ini bisa terjadi saat otak kekurangan oksigen, atau jaringan otak rusak. 

Beberapa kondisi yang terjadi karena kondisi ini yaitu :

  • overdosis obat
  • radang otak
  • serangan jantung
  • meningitis
  • hampir tenggelam
  • peracunan
  • aneurisma pecah
  • inhalasi asap
  • pukulan
  • Cidera otak traumatis (TBI) : Jenis cedera otak ini adalah hasil dari cedera yang mungkin Anda dapatkan dari pukulan kuat ke kepala karena : kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, tempat kerja atau kecelakaan atletik, serangan, 
  • kerusakan otak progresif : Cidera otak ini mungkin disebabkan oleh kondisi seperti : Penyakit Alzheimer, tumor otak, Penyakit Parkinson.

Sumber :

www.healthline.com

www.malacards.org 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*